angin
jbr, 18/1/'08
angin yang jernih, basuh wajahku
rusakkan semua galau di ruang rindu
sepi
dan kacau
mungkin aku ingin menangis
seperti malam malam dan waktu waktu
yang telah lalu
semu seperti biasa
senyumnya adalah sakit
dalam hangat yang menggigilkanku
dulu sekali..
sebelum idealisme idealisme luluh lantak
dalam asmaragama materialisme
dan kau pun selalu seperti ini
membangunkan pasi udara yang melelapkan waktu
ah, angin..
kau tahu semuanya kan..
aku seperti telanjang dalam ruangmu
seperti kesepian menyetubuhiku,

0 komentar:
Poskan Komentar