warung
18/mei/'07
menari bintang di atas langit
dedaunan sembunyikan sang rembulan
hujan tak turun di tanah getir
angin tak pernah menanti
restoran, kafe-kafe, dan warung-warung
merambati landscape kota muram
bukan satire, bukan gurindam, cuma balada:
berdendang ala keadaan..
pelan awan berenang
di pantai cakrawala ini yang lugas dan tegas
seperti saat-saat kenangan dibuat:
cinta dianyam, dan dosa dirajut..
lelaki dan perempuan, gay dan lesbian
kumpul-kumpul di laut lesehan kaki lima
berbagi cerita tentang realita:
nafas yang sempurna, karena ketidaksempurnaan

0 komentar:
Poskan Komentar