September 05, 2009

mbulan andhe-andhe

Ini nyanyian balada waktu saya kecil dulu.
kalau hari sedang sore, langit ramah dan cerah, sehabis mandi, disuapin ibuk makan ..
hmhm.. *senyum

Teman-teman di halaman rumah, keluar rumah.. bermain atau sekedar disisir rambut oleh tetangga :D..

Kalau sekarang sih, bulan ndak onok aji ne.. sekarang padhang lampu, ndak padhang mbulan lagi..

Aniwei,
semoga apapun yang terjadi, budaya masa lalu jangan sampek ilang..


Mbulan andhe-andhe


Metune sa'ben sore


Mangane jangan kluweh


Nek luweh, ngape'o dewe..

di balik mudik

Tahun lalu, saya dapat pekerjaan di Malang. Pada sebuah distributor buku sejawa timur. Saya ikut Soerabaya Book Fair 2007 di_sesuai namanya_Surabaya. Tepatnya di Gedung Pemuda. Selama satu minggu.

Lalu waktu itu kakak saya melahirkan di kota asal besutan; kotanya Ponari; Gus Dur; de el el. Dapat dua hari, saya pulang.

Beberapa hari kemudian saya kembali di sini. Saya mengerjakan sesuatu yang lain: Dagang alat-alat dapur.
Dapat satu bulan, saya pulang kampung.

Kembali ke sini, saya mengerjakan rak-rak an untuk jualan alat dapur itu. rak-rakan itu akan diletakkan di atas sepeda onthel. dan saya akan menjajakannya keliling desa.
Beberapa bulan, saya pulang.

Balik ke tempat ini, saya dapat kosan baru tepat ketika sodara sepupu saya ultah. 19 Juni 2008. Letaknya adalah yang saya pakai nama untuk salah satu label di blog ini. Benar-benar menjadi kenyataan. Saya pernah berdoa agar pada usia 21 tahun, saya dapat tinggal di tempat kos. (sebelumnya, saya ngampung di rumah sodara saya).Saya jualan kopi di Jalan PB. Sudirman.
Hanya satu bulan.

Saya malah mengerjakan jualan sandal. Ngelapak di alun-alun.

Lebaran, saya pulang.

Dagangan saya bertambah. Sandal, syal, boneka bunyi suara hewan.

Idul Adha saya mudik.
Turun dari kereta api, saya dapat tawaran kerja di warnet tertua_kata orangnya sih.. :D_di kota ini.
Saya kerja.

Dapat satu bulan, saya pulkam.
Kembali ke sini, saya kehilangan pekerjaan saya, tepat satu hari setelah saya masuk.

Akhirnya saya jualan kopi di kosan saya. Ada sekitar satu bulan, sampai akhirnya pada suatu pagi, seorang teman mengajak saya melamar freelance-an di harian Radar Jember.

Ya. Akhirnya saya tahu juga rasanya, pengalaman kerja ikut orang lagi.
Lima bulan berjalan. Saya tidak pernah mudik.

Hari libur saya, saya rapel.
Saya dapatkan libur mudik tiga hari di kota kelahiran saya.

Tepat sepuluh hari sekembalinya saya ke kota tempat saya mencari uang, saya_beserta (baca: beramai-ramai)_6 orang rekan saya mengundurkan diri.

***

Well,Saya belum ada rencana jangka panjang saat ini. Hanya ingin jalan-jalan lihat-lihat pameran. pesta rakyat. dan sebagainya.

Semua bisa saya jalankan, asal

... gaji saya dibayarkan.

:)

Senin, 2009 Juli 20

pokok onok

kata orang, nasi sambal, tempe penyet saja sudah menyehatkan..




tidak perlulah makanan makanan mewah lainnya itu..




kata ibu saya sih: pokoke onok ae (yang penting ADA saja). sehat mah, kalau ndak ADA ya bo'ong!




hehe..

tentang iklan yamaha

Saya tertawa ketika sedang asyik bergitar di ruang tamu di rumah Jombang, televisi nyala, dan iklan motor Mio Yamaha tampil.

terdengar dari luar: "Kita-Kita Jangan Mau Ketinggalan!"

Tiba-tiba Ibu saya sambil nyapu-nyapu nyeletuk, "Nek onok sing gawe ninggal.."

kqkqkqkq...

yeah..

@:

@ : LELAKI

kau menerima semuanya. kau kira aku jujur. kau kira aku demikian
ku kira begitu

ku berikan keabstrakan. dan kau mewadahinya. kau kira aku sengaja.
ku kira begitu

aku tak pernah bermimpi untuk menikmati aromamu
sepuluh menit sampai
dan tak pernah berulang

lalu lupa,

aku membohongi ADA ku atas mu

maafkan aku, Lelaki


@ : PEREMPUAN

kau menikmati semuanya. aku tahu. aku kira aku tahu

ya, kau tak melewatkan semuanya. aku tahu. aku kira aku benar

seringkali saat tidur, aku memimpikan aku dan kau.
esok hari adalah kenyataan. kau berikan semuanya.

hhh..
dan dosa itu pun terjadi.
berulangdan kembali

maafkan aku, Perempuan

balik kanan

Rencana sahur pake roti saja, seperti hari-hari kemarin sejak berada di kota ini lagi. satu kali sahur, satu lembar roti. dioles bluben, ditabur suedikit gula. plus teman setia_teh panas. dibilang penghematan bisa, dibilang lagi tidak nafsu makan, boleh.

Namun karena masa hidup roti juga tidak terlalu lama, akhirnya saya sms teman saya yang lagi mbungkus sahuran di luar,

" Oke, aku titip nasi. rotiku basi."

***

Namanya Wahyono. tinggal kami yang sedang menyelesaikan makan sahur kali ini. saya lihat teman saya ini meng-akhirkan makan telur nya.

Dikamar cak Bo, ada saya, cak Bo sendiri, cak Koko, Rena, Andik, Wahyono dan Galon

Sambil makan, saya nyeletuk "telurnya terakhir ya?"Yang ditanya diam saja (gak jelas juga siapa yang ditanya hahaha..)

Lalu saya melanjutkan, " emm, dulu saya demikian. kalau pas makan, item yang enak-enak, saya akhirkan. filosofinya, berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian. bersakit dahulu bersenang kemudian (apaan si, ditulis lengkap peribahasanya. :D)

"hingga pada suatu hari, ketika saya sedang asyik menikmati makanan dan mengamalkan ajaran tersebut (jiah.. tersebut jare! :D), seorang teman mendekati saya, dan langsung meminta lauk yang paling enak. langsung comot pula. (saya sendiri tidak bisa frontal. kalau tidak suka sama orang, mending saya yang minggir, daripada bilang 'tidak suka' :)).

"saya tetap melanjutkan makan, dengan tetap memasang muka biasa saja. tapi diam-diam saya balik kanan. sistem saya berubah sejak saat itu. jadi setiap kali makan, saya dahulukan yang enak-enak dulu. atau, paling tidak bersamaan dengan item-item yang biasa. filosofinya, sebelum disikat orang lain, saya ambil dulu. tidak mau, saya, saya yang susah payah, orang lain nyerobot hak saya. hm.hm.hm.

"orang Jawa bilang, gak kaop jaman saiki jaman edan. akeh wong merem (sekarang jaman edan. banyak orang pada menutup mata). sistemnya tawuran."

Dan yang saya ajak omong tetap diam saja. ha.ha.ha._masih tidak jelas juga siapa yang saya ajak omong.

buah duku buah semangka
duh kah!


Jember, empatseptember

  © Blogger template 'A Click Apart' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP